CDE Sand Washing System Mesin Tangguh Pembuat Pasir

CDE Sand Washing System Mesin Tangguh Pembuat Pasir

Diposting pada

Proyek-proyek infrastruktur yang kian pesat, baik pembangunan jalan raya maupun konstruksi (properti dan real estate), menjadi indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia dewasa ini. Pembangunan infrastruktur diyakini sebagai kunci untuk mendorong kemajuan ekonomi dan sosial. Itu sebabnya pembangunan infrastruktur belakangan ini tidak lagi terkonsentrasi di Jawa tetapi sudah menjalar hingga ke daerah-daerah lain. Seiring dengan itu, anggaran pembangunan infrastruktur pemerintah pun makin melar.

CDE Sand Washing System Mesin Tangguh Pembuat Pasir

Selain dana, salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan pembangunan infrastruktur adalah ketersediaan material, terutama pasir. Pasir bisa dianggap sebagai tulang punggung industri konstruksi. Ketersediaan pasir yang bermutu tinggi dalam jumlah yang memadai dan dengan harga yang sesuai mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur.

Pasir yang berkualitas baik akan menentukan mutu bangunan yang dikerjakan. Sayangnya, pengelolaan pasir di Indonesia selama ini digerogoti banyak masalah. Sebut saja, misalnya, maraknya tambang pasir liar di berbagai daerah yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. Mutu pasir alam rendah karena bercampur dengan lumpur dan kotoran-kotoran organik lainnya. Hal ini membuat mutu pasir rendah dan harganya tidak menentu. Alternatif terbaik untuk pengadaan pasir bermutu adalah pasir buatan (manufactured sand atau M-sand).

Teknologi ini membantu mencegah risiko yang terkait dengan pengadaan pasir alam. Pasir buatan menjamin pengadaan pasir yang bersih, karena melalui proses pencucian yang terkontrol dengan ketat, sehingga menjamin produksi pasir buatan yang bermutu tinggi, mencegah gejolak harga dan ketergantungan pada pasokan pasir produksi illegal.

Pasir buatan menyediakan pasokan yang tidak terputus dengan kualitas yang konsisten. Tetapi, teknologi produksi pasir buatan yang ada selama ini masih konvensional. Mereka tidak dapat menghasilkan berbagai produk pasir dengan ukuran yang tepat dan tidak dapat memberikan nilai ekonomi pada abu batu. Satusatunya teknologi cuci pasir (sand washing) yang dapat diandalkan untuk memproduksi pasir buatan adalah CDE. “CDE merupakan pelopor konsep sand washing system dengan memanfaatkan teknologi cuci pasir mutakhir yang beroperasi di berbagai belahan dunia.

CDE sand washing system tidak hanya memproduksi pasir bersih dalam berbagai pilihan ukuran yang bisa langsung digunakan, tapi CDE juga telah mengembangkan teknologi untuk memanfaatkan endapan lumpur pasir untuk membuat batu bata,” kata Budi Andika, Direktur PT Adi Satya Sentosa, dalam perbincangan dengan Equipment Indonesia di kawasan BSD, Tangerang Selatan, seusai peluncuran CDE Sand Washing di quarry milik salah satu pelanggan nya, PT Lotus SG Lestari, di daerah Rumpin, Bogor, Kamis (5/7/2018).

Selama ini material tersebut menjadi limbah yang terbuang dan mengotori lingkungan. PT Adi Satya Sentosa, anak usaha dari PT Fajar Mas Murni, memperkenalkan teknologi cuci pasir CDE ke Indonesia. Ditunjuk sebagai distributor CDE Asia pada tahun 2016, pada pertengahan 2018 perusahaan ini berhasil mendelivery tiga unit mesin CDE jenis Combo Alpha-I kepada tiga pelanggannya. Selain PT Lotus SG Lestari, dua pelanggannya beroperasi di Bandung dan Semarang.

Andika menyebut teknologi CDE ini sebagai solusi untuk memproduksi pasir buatan yang bermutu dengan konsistensi tinggi. “Kehadiran teknologi ini bisa mencegah penggalian pasir dengan cara konvensional dan ilegal yang bermutu rendah dan dapat merusak lingkungan,” tandasnya. Hebatnya mesin ini dapat digunakan selama 24 jam non stop dengan kualitas pasir yang sama persis. Namun penggunaan pada malam hari sebaiknya menggunakan genset dan lampu berdaya besar sebagai penerangan. Tidak perlu yang mahal, beli saja di tempat jual genset jogja yang paling murah dan tahan digunakan selama semalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *