Pengertian Lirik Lagu

Diposting pada

Lirik Lagu merupakan ekspresi seseorang tentang suatu hal yang sudah dilihat, didengar maupun dialaminya. Dalam mengekspresikan pengalamannya, penyair atau pencipta Lagu laksanakan permainan kata-kata dan bahasa untuk menciptakan daya tarik dan kekhasan pada lirik atau syairnya.

Permainan bahasa ini mampu berwujud permainan vokal, style bahasa maupun penyimpangan makna kata dan diperkuat bersama pemanfaatan melodi dan notasi musik yang disesuaikan bersama lirik lagunya supaya pendengar tambah terbawa bersama apa yang dipikirkan pengarangnya (Awe, 2003, p.51).

Definisi lirik atau syair Lagu mampu diakui sebagai puisi begitu pula sebaliknya. Hal sama terhitung dikatakan oleh Jan van Luxemburg (1989) yaitu definisi tentang teks-teks puisi tidak cuma mencakup jenis-jenis sastra melainkan terhitung ungkapan yang berwujud pepatah, pesan iklan, semboyan-semboyan politik, syair-syair lagu pop dan doa-doa.

Jika definisi lirik lagu diakui sama bersama puisi, maka kudu diketahui apa yang dimaksud bersama puisi. Puisi menurut Rachmat Djoko Pradopo (1990) merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting dan digubah dalam wujud yang berkesan. Sedangkan menurut Herman J. Waluyo (1987) mengatakan puisi adalah wujud karya sastra yang mengutarakan anggapan dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun bersama mengkonsentrasikan seluruh kapabilitas bahasa pada struktur fisik dan struktur batinnya.

Dari definisi diatas, sebuah karya sastra merupakan karya imajinatif yang memanfaatkan bahasa sastra. Maksudnya bahasa yang digunakan kudu dibedakan bersama bahasa sehari-hari atau apalagi bahasa ilmiah. Bahasa sastra merupakan bahasa yang penuh ambiguitas dan punyai aspek ekspresif yang justru dihindari oleh ragam bahasa ilmiah dan bahasa sehari-hari (Awe, 2003, p. 49). Karena pembawaan yang ambigu dan penuh ekspresi ini membawa dampak bahasa sastra condong untuk mempengaruhi, membujuk dan pada selanjutnya membuat perubahan sikap pembaca (Wellek & Warren, 1989, p. 14-15).

Lagu yang terbentuk berasal dari pertalian pada unsur musik bersama unsur syair atau lirik lagu merupakan tidak benar satu wujud komunikasi massa. Pada kondisi ini, lagu sekaligus merupakan sarana penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dalam jumlah yang besar melalui sarana massa.

Pesan mampu punyai beragam macam bentuk, baik lisan maupun tulisan. Lirik lagu  memiliki wujud pesan berwujud postingan kata-kata dan kata-kata yang mampu digunakan untukmenciptakan kondisi dan uraian imajinasi tertentu kepada pendengarnya supaya mampu pula menciptakan makna-makna yang beragam.

Dalam fungsinya sebagai sarana komunikasi, lagu terhitung kerap digunakan sebagai sarana untuk mengajak bersimpati tentang realitas yang sedang terjadi maupun atas cerita-cerita imajinatif. Dengan demikian lagu terhitung mampu digunakan untuk bebagai tujuan, misalnya mengumpulkan perbedaan, pengobar motivasi layaknya pada jaman perjuangan, apalagi lagu mampu digunakan untuk memprovokasi atau sarana propaganda untuk memperoleh bantuan dan juga mempermainkan emosi dan perasaan seseorang bersama obyek menanamkan sikap atau nilai yang

kemudian mampu dirasakan orang sebagai hal yang wajar, benar dan tepat.

Propaganda melalui maupun tidak melalui lirik lagu selalu punyai pengaruh yang kompleks. Contohnya Jika pesan dalam lirik lagu oleh propagandis diketengahkan tentang ketidakadilan dan ketimpangan-ketimpangan sosial dan

secara tidak langsung menempatkan pemerintah sebagai pihak yang semestinya bertanggung jawab pada kondisi itu, bukan tidak mungkin cuma melalui lagu ,  khalayak jadi marah, menuntut apalagi melawan pemerintah sebagai pihak yang bertanggungjawab bersama beragam bentuk.

Oleh sebab bahasa dalam hal ini kata-kata, terlebih yang digunakan dalam lirik lagu tidak layaknya bahasa sehari-hari dan punyai pembawaan yang ambigu dan penuh ekspresi ini membawa dampak bahasa condong untuk mempengaruhi, membujuk dan pada selanjutnya membuat perubahan sikap pembaca (Wellek & Warren, 1989, 14-15).

Maka untuk mendapatkan makna berasal dari pesan yang ada pada lirik lagu , digunakanlah metode semiotika yang notabene merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang sistim tanda. Mulai berasal dari bagaimana sinyal itu diartikan,

dipengaruhi oleh persepsi dan budaya, dan juga bagaimana sinyal menolong manusia memaknai kondisi sekitarnya.        Tanda atau sign menurut Littlejohn adalah basis

dari seluruh komunikasi (1996, p. 64). Sedangkan yang disebut sinyal dapatberupa gambar atau postingan (Kurniawan, 2001,p.53).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *