Webmaster dan mesin pencari

Diposting pada


Tempat Belajar SEO Pemula – Sejak tahun 1997 perusahaan mesin pencari sadar bahwa lebih dari satu [webmaster] (pengelola website) melaksanakan segala perihal untuk mampu terindeks terhadap rangkaian teratas hasil pencarian, termasuk dengan cara-cara yang manipulatif dan ilegal. Infoseek, salah satu mesin pencari generasi pertama, melaksanakan perbaikan terhadap algortima mereka untuk mencegah manipulasi dengan “meta tag” yang tidak relevan.

Bagaimanapun, di dalam lebih dari satu perihal mesin pencari termasuk sadar nilai ekonomi yang besar berasal dari peringkat hasil pencarian, dan mereka kadangkala miliki keperluan terselubung berasal dari kegiatan perusahaan SEO. Beberapa perusahaan mesin pencari mengirim perwakilan atau jadi tamu terhadap event-event teratur yang diselenggarakan komunitas SEO.

Mesin pencari besar seperti Google dan Yahoo! menyediakan program dan saran yang terlalu mungkin webmaster mengoptimalkan situsnya agar terindeks dengan baik. Google menyediakan aplikasi Webmaster Tool (anda kudu mempunyai account di Google peranan melihat tool ini) dan memperkenalkan sitemap berbasis XML standar mereka, namun Yahoo! menyediakan program Site Explorer (juga kudu login dengan account pengguna Yahoo! anda) yang terlalu mungkin webmaster mendaftarkan URL situs, mengecek kuantitas halaman website mereka yang udah terindeks di data-base Yahoo!, dan melihat informasi link masuk. Namun demikianlah mesin pencari tidak mentolerir metode SEO yang manipulatif dan menghalalkan segala cara.

Etika dan legalitas
Sistem PageRank, meskipun menerapkan algoritme yang kompleks, belakangan termasuk tidak ulang sepenuhnya mampu menghadapi trik dan manipulasi. Sejumlah webmaster dan praktisi SEO udah mengembangkan lebih dari satu metode yang gunakan cara kerja PageRank agar halaman website klien mereka berada terhadap peringkat pertama hasil pencarian. Google secara resmi udah melarang penggunaan lebih dari satu teknik ilegal seperti link farming, doorway pages, keyword stuffing, dan auto generated pages atau scraper pages. Situs atau layanan SEO yang senantiasa menggunakanannya terancam dapat dihapus dari indeks pencarian.

Ancaman Google dan mesin pencari lain bukan cuma gertakan. Beberapa perusahaan layanan SEO beserta klien mereka yang tidak menghiraukan larangan berikut menerima penalti yang benar-benar dikarenakan kelakuan ilegal mereka. Pada tahun 2005, Matt Cutts dari Google menjelaskan bahwa URL sebuah firma SEO bernama Traffic Power beserta klien-klien mereka udah dihapus berasal dari indeks Google dikarenakan gunakan teknik SEO ilegal. Kasus lain yang populer adalah saat Google terhadap Februari 2006 menghapus website website perusahaan BMW dan Ricoh Jerman dari daftar dikarenakan terbukti gunakan metode SEO yang manipulatif. BMW dan Ricoh dengan segera berharap maaf kepada Google dan memperbaiki website mereka. Google kemudian memasukkan ulang website website mereka ke di dalam indeks pencarian. Namun skandal berikut senantiasa meninggalkan citra jelek dan memalukan bagi kedua perusahaan tersebut.

Berdasarkan saran resmi mesin pencari, SEO bukanlah teknik ilegal selama dijalankan dengan mengikuti etika dan peraturan yang ada. Hal berikut untuk menanggung setiap website website mendapatkan peluang yang mirip di dalam pencarian, dan pemeringkatan dijalankan dengan objektif, di mana yang paling berperan di dalam memilih peringkat suatu halaman website adalah mutu dan manfaatnya bagi pengguna internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *